Home Top Ad

Responsive Ads Here

Berita Pilpres (pemilihan presiden) dan pemilu (pemilihan umum) akan semakin santer disampaikan melalui berbagai media sosial ser...

Media Sosial dan Portal Berita Terancam Berita Pilpres dan Pemilu yang Penuh Kebohongan



Berita Pilpres (pemilihan presiden) dan pemilu (pemilihan umum) akan semakin santer disampaikan melalui berbagai media sosial serta berbagai portal pemberitaan di tahun 2019 ini. Mengingat, pada tanggal 17 April 2019, Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi terbesar yakni Pilpres 2019 bersamaan dengan pemilihan umum untuk menentukan anggota legislatif. Berita Pilpres dan Pemilu tentu saja akan menjadi berita yang dinanti-nantikan oleh masyarakat.

Media sosial dan portal berita menjadi sarana yang paling mudah dan berpengaruh besar dalam menyampaikan berita pilpres maupun pemilu 2019. Sebab, media sosial dan portal-portal berita saat ini telah didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang pesat. Berbagai informasi atau berita pilpres dan pemilu dapat tersebar luas dengan begitu mudah dan cepat. Terlebih lagi, penikmat berita pilpres dan pemilu yang disampaikan melalui media sosial dan portal berita, kini juga telah meningkat pesat, bahkan melebihi media pers seperti majalah, koran, radio, ataupun televisi.

Penikmat berita pilpres dan pemilu dalam media sosial dan portal berita adalah hampir seluruh pengguna gadget yang ada di dunia ini. Pengguna gadget umumnya juga memiliki akun media sosial dan mampu mengakses portal-portal berita yang juga semakin merebak di internet. Selain itu, media sosial dan portal berita yang ada juga telah dikembangkan agar semakin menarik dan mudah digunakan. Hal ini menjadikan pengguna media sosial dan portal berita semakin meningkat. Apapun yang diberitakan melalui media sosial dan portal-portal berita dapat dengan mudah tersebar luas dan mempengaruhi pemikiran masyarakat. 

Namun demikian, media sosial dan portal berita justru seringkali dijadikan sebagai sarana untuk menyebarkan berbagai berita bohong yang belum tentu kebenarannya dan ditujukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, berbau SARA, bahkan bersifat adu domba. Tidak menutup kemungkinan, berita pilpres dan pemilu yang disebarluaskan melalui media sosial dan portal berita juga telah terkontaminasi oleh berita bohong, SARA, fitnah, dan adu domba. 

Dalam kaitannya dengan Pilpres 2019, berita pilpres dan pemilu yang terkontaminasi tersebut ditujukan untuk mencoreng nama baik dan menjatuhkan salah satu pasangan calon di mata masyarakat. Bahkan seringkali terjadi manipulasi berita atau berbagai informasi melalui media masa dan mengatasnamakan portal berita tertentu yang telah terpercaya. Apabila tidak disikapi dengan bijak, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat akan segera terpengaruh dan percaya terhadap informasi palsu tersebut.

Bahkan saat ini telah banyak terbentuk suatu portal berita yang sengaja memproduksi konten-konten yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan ditujukan untuk alasan politik atau ekonomi. Sejumlah portal berita pun ditengarai diisi dengan berbagai konten yang berbau hoaks untuk mengkritik jalannya pemerintahan Indonesia pada saat ini. Hal ini tentu saja juga sangat membahayakan kerukunan masyarakat. Berita hoaks yang merupakan berita bohong di dunia maya dapat tersebar luas dan membentuk pemikiran masyarakat sesuai dengan berita bohong tersebut di dunia nyata.

Hal ini menunjukkan bahwa bijak menggunakan dan memanfaatkan media sosial dan melek politik sangat diperlukan agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai berita bohong. Terlebih lagi di tahun politik seperti saat ini, maka dalam mengonsumsi berita pilpres atau pemilu, maka masyarakat harus benar hati-hati dan harus mencari kebenarannya, bukan hanya pada pembenaran. Masyarakat bisa mencari kejelasan informasi melalui website resmi dan layanan informasi pemerintah atau instansi terpercaya lainnya.

0 comentários: